Search
Saturday 16 December 2017
  • :
  • :

Program Keahlian Perbankan Syariah Di SMKN 20 Jakarta

Program Keahlian Perbankan Syariah Di SMKN 20 Jakarta

SMKN 20 – Sejak 2002, SMK Negeri 20 konsisten melakukan kaderisasi sumber daya manusia perbankan syariah. Di tengah krisis sumber daya manusia per­bankan syariah di Tanah Air, ada kabar gembira dari Jalan Melati, Cilandak, Jakarta Selatan. Di gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 20 terjadilah proses kaderisasi sumber daya manusia perbankan syariah yang dilakukan kepada ge­nerasi berusia belasan tahun. Inilah sekolah pertama di Indonesia yang memiliki jurusan perbankan syariah.

Jurusan itu mulai tersedia di SMK Negeri 20 sejak tahun 2002. Prog­ram ini lahir karena maraknya ber­bagai bisnis ekonomi syariah, mu­lai dari Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) hingga bank umum syariah.. “Berpikir dari situ, kenapa kita ti­dak persiapkan dari level SMK. Ka­lau kita sudah supply dari tingkat menengah, tidak akan ada kesen­jangan kebutuhan yang terlampau besar,” kata Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Perbankan Syariah Yuli Rahayu.

Pihak sekolah lalu melakukan riset kecil-kecilan kepada sejumlah siswa SMP untuk mengetahui ke­tertarikan terhadap jurusan perbankan syariah. “Ternyata mereka cukup berminat,” kata Yuli. Tak la­ma pihak sekolah pun membe­ranikan diri mengajukan proposal pembukaan jurusan perbankan syariah ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pihak sekolah mendapat lampu hijau. Meski demikian jalan yang dilalui para penggagas masih pan­jang. Karena belum pernah ada se­kolah yang memiliki perbankan syariah, mereka harus berjuang memulai dari nol. Pihak sekolah mau tidak mau harus berkiblat ke­pada universitas dalam membuat kurikulum baru yang kemudian di­sesuaikan dengan kebutuhan siswa menengah. Sampai sekarang, ju­rusan ini masih mendapatkan bim­bingan teknis dari Dinas Pendi­dikan secara minimal. “Jadi kami lahir dan besar sendiri tanpa ada bimbingan dari dinas,” katanya lagi.

Kehadiran jurusan perbankan syariah mendapat respons tinggi. Terbukti, peminatnya terus me­ningkat dari tahun ke tahun. Sis­wanya tak hanya berasal dari ling­kungan Cilandak, malah ada yang berasal dari Bekasi. Tak hanya itu banyak sekolah kejuruan lain yang mengekor. Beberapa di antara se­kolah itu bahkan melakukan studi banding ke sana.

Meski sudah berjalan hampir sembilan tahun, berbagai masalah masih di depan mata. Belum semua alumni dapat terserap di industri perbankan syariah dalam jumlah besar. Ijazah SMA saja tidak banyak dilirik industri. Padahal dengan proses belajar-mengajar selama tiga tahun, para lulusan SMK Negeri 20 sudah memiliki pengetahuan yang memadai. Wawasan kesya­riahan para alumnus pun berani diadu dengan lulusan sarjana yang hanya mengikuti pelatihan bank syariah dalam beberapa minggu.

“Kalau kita mau fair, kami lebih berani jamin-lah. Kami yang tiga tahun lebih bagus pemahaman tentang ekonomi syariah,” katanya lagi.

Guna menyiasati persoalan ini, dalam waktu dekat SMK Negeri 20 akan mengeluarkan program per­bankan syariah plus. Program ini memungkinan siswa jurusan per­bankan syariah memiliki ijazah se­tara Diploma 1. Sekolah akan menambahkan kurikulum perguruan tinggi di akhir kegiatan sekolah.

Ketua Kompetensi Keahlian Perbankan Syariah SMK Negeri 20 Arsudin mengatakan, program ini diharapkan dapat menambah amu­nisi bagi para siswa agar bisa lebih kompetitif di dunia industri. Ka­ren beberapa bank besar masih menetapkan ijazah diploma 3 seba­gai salah satu syarat untuk bekerja. “Jadi siswa nantinya memiliki sertifikat ganda yaitu dari sekolah dan institusi pasangan kita yang menyetarakan dengan D.1,” kata­nya.




Leave a Reply