Search
Saturday 16 December 2017
  • :
  • :

Sidak Pelaksanaan UN, Anies Baswedan Datangi SMKN 20 Jakarta

Sidak Pelaksanaan UN, Anies Baswedan Datangi SMKN 20 Jakarta

SMKN 20 – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan puas dengan hasil kunjungan mendadak (sidak) dirinya ke beberapa sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) hari ini, Senin (13/4). Anies memulai sidang sekitar pukul 05.00 WIB dengan kunjungan pertama ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 20, Cilandak, Jakarta Selatan. “Sejauh ini positif. Mudah-mudahan besok pelaksanaannya bagus juga,” kata Anies saat ditemui seusai sidak di daerah Depok, Jawa Barat, Senin (13/4).

Di SMK Negeri 20, Anies meninjau pendistribusian soal UN ke 78 SMK di Jakarta Selatan. Sekolah yang juga dikenal dengan sebutan 12 Melati ini merupakan pusat rayon soal UN khusus SMK di wilayah I Jakarta Selatan.

Anies menilai distribusi soal telah berjalan lancar dan tertata. “Saya lihat ke ruangan-ruangan, pembagian soal berjalan dengan rapi.”

Tidak lupa, Anies menyemangati para siswa kelas XII yang akan mengikuti UN. Anies berjabat tangan dan membisikkan kata-kata yang memotivasi. Hal itu dilakukan Anies lantaran para siswa mengaku tegang sebelum UN.

“Deg-degan. Tapi mau tidak mau, harus siap,” kata siswi jurusan akuntansi SMKN 20, Arinta (17).

Teman seangkatannya, Ayu Retno (17) mengaku telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. “Meski UN bukan lagi penentu utama kelulusan, saya tetap serius belajar. Soalnya malu kalau NEM di ijazah kecil,” kata Ayu.

Dari SMKN 20, Anies melanjutkan sidak ke SMKN 28 yang berada di Jalan Maritim, Cilandak, yang letaknya persis di samping kiri bagian belakang Gedung SMKN 20. Di sekolah itu, Anies meninjau ruangan yang akan digunakan untuk pelaksanaan UN Computer Based Test (CBT). Menurut Anies, fasilitas di SMKN 28 sudah cukup baik.

UNCBT dilaksanakan dalam tiga sesi, yaitu pada pukul 07.30-09.30, 10.30-12.30, dan 14.00-16.00. Meski berjalan tiga sesi, Anies mengatakan kemungkinan curang sangat kecil. “Karena menggunakan komputer, variasi soal menjadi lebih banyak. Bobotnya sama, tetapi isi soalnya berbeda,” ujar mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Dari SMKN 28, Anies bertolak ke SMA Bakti Idhata yang berada di Jalan Melati, berjajar dengan SMKN 20. Di sana, dia melakukan pengecekan soal UN. Anies mengakhir lawatannya di Sekolah Luar Biasa Negeri 01, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Di sekolah ini, sebanyak 10 siswa tuna rungu menjalani UN. Anies menyempatkan diri mengobrol dengan siswa-siswi tuna rungu sambil memotivasi agar para siswa tetap semangat melaksanakan ujian.

Malik Nurul Huda, seorang siswa difabel kelas XII, bahkan sempat melakukan pantomim di depan Anies.  “Anak ini bukan hanya percaya diri, tetapi juga mengerti ke depannya mau melakukan apa,” kata Anies.

Anies meninjau pencetakan soal bagi siswa difabel di Gedung SLB Bagian-A (Tuna Netra), Lebak Bulus, Jaksel. “Pusat percetakan soal Braille itu ada di sini. Ketika kami cek, ternyata hanya 270 orang siswa tuna netra yang akan mengikuti ujian,” katanya.

Itu artinya, sambung Anies, masih banyak anak tuna netra yang belum mengecap dunia pendidikan. Pemerintah akan bekerja keras untuk memberi mereka kesempatan belajar sejak tingat sekolah dasar.

Dia pun berharap siswa difabel di kota kecil bisa turut merasakan pendidikan. Meski begitu, Anies memuji mesin pencetak tersebut. “Sudah cukup canggih,” tuturnya.




Leave a Reply