Headline :
Joomla Random Flash Module by DART Creations
Home Berita Pendidikan PPDB Diulang, Orangtua Murid dan Kepsek Pusing

PPDB Diulang, Orangtua Murid dan Kepsek Pusing

E-mail Print PDF

PPDB Diulang, Orangtua Murid dan Kepsek PusingSejumlah orangtua murid dan kepala SMA, mengaku pusing lantaran pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) harus diulang, pasca rusaknya server PPDB Dinas Pendidikan DKI. Selain mengulang pendaftaran dari awal, mereka juga harus bersedia mengorbankan waktu dan tenaga demi mendaftarkan kembali anak-anaknya. Akibatnya, tak sedikit para orangtua murid yang menyalahkan pihak panitia PPDB dan sekolah.

"Ya, akibatnya kami jadi repot dan harus kerja dua kali. Tak hanya itu, biaya yang harus dikeluarkan juga jadi dua kali lipat. Panitia penerimaan bukan hanya capek secara fisik, tapi juga otak. Belum lagi, mendapatkan komplain dari orangtua yang tidak paham kalau masalah online ini merupakan kebijakan dari pusat dan dinas," kata Aswad, Kepala SMAN 13 Koja, Jakarta Utara, Senin (5/7). Sedianya pada hari ini akan dilakukan koordinasi antara Dinas Pendidikan DKI Jakarta dengan para operator komputer di SMA dan SMK.

Sistem PPDB siswa online sebenarnya sangat bagus, bahkan sudah memasuki tahun ke delapan. Namun baru pada tahun ini terjadi masalah. Sejak tahun 2002 lalu, sistem online penerimaan siswa ini dilakukan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Namun pada tahun 2009, kerjasama tersebut diganti dengan PT Telkom dan pada tahun 2010, kerjasama tersebut diganti lagi dengan perusahaan lain. Sayangnya perusahaan tersebut belum diketahui namanya.

Aswad, yang juga menjabat Ketua Rayon 03 di Jakarta Utara ini mengatakan, sejak awal pembukaan pendaftaraan telah menerima berbagai keluhan dari orang tua siswa terhadap sistem online yang tak optimal karena kerusakan server. "Pokoknya seluruh panitia penerimaan sudah pusing dengan trouble yang dialami sistem online ini. Kami berharap kendala ini bisa cepat selesai," katanya.

Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta, bahwa pendaftaraan sistem online tahap pertama diundur menjadi tanggal 6 - 8 Juli 2010. Pendaftaran tahap pertama itu ditutup tanggal 8 Juli pukul 12.00 dan pada hari itu juga dilakukan pengumuman PPDB tahap pertama, yakni pukul 16.00. Bagi siswa yang diterima, harus melapor diri tanggal 9 - 12 Juli dari pukul 08.00 - 12.00. Kemudian informasi bangku kosong dilakukan pada 12 Juli pada pukul 16.00.

Tahap dua PPDB SMA dan SMK baru akan dibuka tanggal pada 13 - 14 Juli 2010, dari pukul 08.00 - 15.00. Pengumuman tentang PPDB tahap dua, dilakukan pada tanggal 14 Juli pukul 16.00. Siswa yang diterima pada tahap dua, harus lapor diri pada tanggal 15 – 16 Juli, dari pukul 08.00 - 15.00. Hari pertama masuk sekolah bagi siswa baru kelas X, akan dilaksanakan pada 19 Juli 2010. Sedangkan bagi kelas XI - XII, hari pertama sekolah dilaksanakan pada 12 Juli 2010.

Kasie SMA, Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Utara, Didiek mengungkapkan, kuota penerimaan SMA dan SMK di Jakarta Utara mencapai 6.620 siswa, terdiri  dari 4.758 bangku SMA dan 1.862 bangku SMK. “Saat ini kami sedang koordinas dengan Dinas Pendidikan DKI,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kasudin Pendidikan Menengah, Jakarta Pusat, Bambang Pramestyadi mengatakan, akibat kerusakan server pada proses pendaftaran online menyebabkan proses PPDB diulang. "Saya telah mengerahkan staf yang ada agar menyosialisasikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terhadap proses PPDB SMA/SMK negeri yang berlangsung dari tanggal 1 Juli hingga 3 Juli 2010, terjadi beban lebih atau overload pada pemrosesan data. Kondisi tersebut mengakibatkan keterlambatan pelayanan kepada masyarakat mengenai proses PPDB," katanya.

Ia menyebutkan, jika pada pelaksanaan online nanti masih menemui kendala maka tidak menutup kemungkinan PPDB SMA/SMK ini akan dilakukan secara manual. Namun keputusan tersebut akan dibahas lebih lanjut di tingkat dinas.

Mira (52), salah satu orangtua murid mengaku kecewa berat lantaran harus mendaftarkan anaknya kembali. Sebelumnya ia telah mendaftarkan anaknya secara online ke SMKN 27 Jakarta. "Saya sudah daftar tanggal 1 Juli, harusnya tanggal 3 Juli bisa lihat hasil, jadi kecewa berat," kata Mira. (jackson /didit)

Sumber : beritajakarta.com

Written by :
Administrator
 
Comments (0)Add Comment

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 

Komentar Video

Komentar Foto